Amalan Amalan Yang Paling Dicintai Allah
Ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah. Lalu ia
bertanya: wahai Rasulullah, siapa orang yang paling dicintai oleh Allah? Dan
apa amalan yang paling dicintai oleh Allah? Lihat apa jawaban Rasulullah..
Amalan-amalan Amalan Ringan Yang Disukai Allah Amalan Yg
Dicintai Allah Ibadah Yang Paling Dicintai Allah Amalan Baik
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ashalatu wassalamu ‘ala
asyrafil anbiya wal mursalin, Nabiyyina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa man
tabi’ahum bi ihsanin ila yaumiddin. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu la
syarikalah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah. Amma ba’du.
Pembaca yang budiman, dahulu di zaman Nabi
Shallallahu’alaihi Wasallam ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah.
Lalu ia bertanya: wahai Rasulullah, siapa orang yang paling dicintai oleh
Allah? Dan apa amalan yang paling dicintai oleh Allah? Maka Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“manusia yang paling dicintai oleh
Allah adalah yang paling bermanfaat untuk manusia. Dan amalan yang paling
dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukan ke hati seorang
mukmin, atau engkau hilangkan salah satu kesusahannya, atau engkau membayarkan
hutangnya, atau engkau hilangkan kelaparannya. Dan aku berjalan bersama
saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada ber-i’tikaf
di masjid Nabawi selama sebulan lamanya. Dan siapa yang menahan marahnya maka
Allah akan tutupi auratnya. Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bisa
menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat.
Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai ia memenuhi kebutuhannya,
maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari ketika banyak kaki-kaki
terpeleset ke api neraka” (HR. Ath Thabrani 6/139, dishahihkan Al Albani dalam
Silsilah Ash Shahihah 2/575).
Jadilah orang yang
bermanfaat
Subhanallah… di sini Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
ditanya siapa orang yang paling dicintai oleh Allah, ternyata ia adalah orang
yang paling bermanfaat untuk manusia. Ini menunjukkan kepada kita bahwa Islam
mengajarkan agar kita gemar memberikan manfaat kepada orang lain. Bukan
sebaliknya, yaitu menjadikan agar bagaimana orang lain bermanfaat buat kita.
Tapi yang hendaknya kita pikirkan adalah bagaimana agar kita bisa memberikan
manfaat untuk orang lain. Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah”
(HR. Bukhari 1429, Muslim 1033).
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan kepada
umatnya agar memiliki jiwa yang gemar memberi manfaat dan tidak bersandar
kepada orang lain. Oleh karena itu juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
bersabda: “bersemangatlah kalian kepada apa yang bermanfaat bagi kalian, mintalah
pertolongan Allah dan jangan malas” (HR. Bukhari 3591, Muslim 2664). Seorang
mukmin selalu memikirkan bagaimana agar hidupnya bermanfaat.
Orang yang punya kelebihan harta, ia berpikir bagaimana
memberi manfaat dengan harta saya. Siapa yang memiliki kelebihan ilmu, ia
berpikir bagaimana ilmunya bisa memberi manfaat kepada manusia. Siapa yang
memiliki tenaga ia berpikir bagaimana agar tenaganya bisa bermanfaat kepada
manusia. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “engkau membantu
seseorang menaikan barang ke atas kendaraannya, itu adalah sedekah” (HR.
Muslim, 1009). Demikianlah Islam menganjurkan umatnya agar menjadi orang yang
bermanfaat.
Senangkan hati
saudaramu
Lalu dalam hadits di atas, Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan
yang engkau masukan ke hati saudaramu”.
Subhaanallah… ketika seseorang melihat saudaranya sedang
bersedih hati hendaknya ia berusaha gembirakan hatinya. Atau ia melihat
temannya sedang sakit, hendaknya ia hibur hatinya agar bisa semakin sabar
dengan sakitnya tersebut. Itu amalan yang besar di sisi Allah Subhanahu wa
Ta’ala.
Dalam riwayat At Tirmidzi juga Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda: “barangsiapa yang menghilangkan salah satu kesulitan seorang
mukmin maka Allah kelak akan hilangkan salah satu kesulitannya pada hari
kiamat”. Siapa di antara kita yang tidak ingin dihilangkan kesulitannya di hari
kiamat? Karena kesulitan di hari kiamat lebih dahsyat dan lebih keras. Allah
Ta’ala berfirman (yang artinya), “Manusia berkata: “Kapankah hari kiamat itu
(terjadi)?” Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah
hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia
berkata: “Ke manakah tempat melarikan diri?” Sekali-kali tidak! Tidak ada
tempat berlindung!”(QS. Al Qiyamah: 7-11).
Ia juga berfirman (yang artinya), “Apabila datang suara yang
memekakkan pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan
bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu
mempunyai urusan yang menyibukkannya” (QS. Abasa: 33-37).
Beri makan orang yang
kelaparan
Kemudian kata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, “..
atau engkau hilangkan kelaparannya”. Seorang mukmin jangan sampai membiarkan
tetangganya kelaparan atau saudaranya sesama Muslim lain kelaparan. Terkadang
karena sikap acuh tak acuh, banyak orang kaya yang tidak peduli bahwa di
kampung-kampung banyak kaum mukminin yang kelaparan. Akhirnya apa yang terjadi?
Mereka menjadi korban-korban yang empuk bagi kristenisasi. Akhirnya mereka pun
menggadaikan aqidahnya demi mendapat sesuap nasi. Maka Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan bahwa menghilangkan kelaparan dari
seorang Muslim itu amalan yang sangat dicintai oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Bantulah orang yang
terbelit hutang
Kemudian kata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam amalan
yang dicintai Allah selanjutnya, “.. atau engkau membayarkan hutang untuknya”.
Dahulu, ada seorang laki-laki yang suka berbaik hati memberikan
hutangan kepada orang lain. Kemudian ia berkata kepada pelayannya, “wahai
pelayan coba kamu lihat, adakah diantara mereka yang sulit membayar hutang?
Jika ada bebaskan saja hutangnya”. Maka kata Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam tentang lelaki ini, pada hari kiamat Allah akan berkata kepadanya,
“Aku lebih berhak kepadanya dari engkau, wahai Malaikat bebaskan ia dari api
neraka” (HR. Muslim 1560).
Demikianlah, ketika seseorang membebaskan saudaranya dari
hutang, Allah akan bebaskan ia dari adzab api neraka pada hari kiamat.
Membantu orang lain,
besar pahalanya!
Lalu kata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tentang
amalan yang dicintai Allah, “… aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi
kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada ber-i’tikaf di masjid Nabawi selama
sebulan lamanya”.
Siapa yang di antara kita yang pernah i’tikaf di masjid
Nabawi sebulan lamanya? Mungkin tidak ada. Ternyata kita berjalan bersama
saudara kita yang kesusahan untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih besar pahalanya
dari i’tikaf di masjid Nabawi. Padahal kata para ulama, i’tikaf yang paling
utama di antaranya di masjid Nabawi. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam
bersabda, “Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 shalat di masjid
lainnya selain Masjidil Haram” (HR. Bukhari-Muslim).
Subhaanallah! Itu menunjukkan kepada kita bahwa Islam
mengajarkan kita agar jangan egois, mengajarkan kepada kita sikap dermawan dan
berjiwa sosial serta selalu memperhatikan keadaan saudara kita.
Tahan amarahmu
Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan,
“…siapa yang menahan marahnya maka Allah akan tutupi auratnya”.
Karena amarah seringkali menimbulkan perbuatan dan perkataan
yang tidak terkontrol, sehingga menjatuhkan martabat pelakunya. Lalu beliau
juga bersabda, “Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia bisa
menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari
kiamat”. Seorang raja yang marah kepada bawahannya padahal ia mampu untuk
melakukannya, atau seorang ayah yang marah kepada anaknya padahal ia mampu
untuk melakukannya, maka Allah akan panggil dia di hari kiamat dan Allah akan
pilihkan bagi dia bidadari-bidadari surga ia inginkan.
Keutamaan membantu
orang lain hingga tuntas
Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda tentang
amalan yang dicintai Allah, “Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai
ia memenuhi kebutuhannya, maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari
ketika banyak kaki-kaki terpeleset ke api neraka”, yaitu ketika melewati
jembatan shirath di akhirat, banyak kaki yang tergelincir dan terpeleset ke
dalam api neraka. Maka orang yang berjalan bersama saudaranya, membantunya
sampai memenuhi kebutuhannya, Allah akan kokohkan kakinya melewati jembatan
shirath tersebut sehingga ia tidak tergelincir.
Saudaraku, sungguh ini petuah-petuah yang bermanfaat bagi
kita semua wahai saudaraku. Semoga kita termasuk orang yang mampu melaksanakan
petuah-petuah yang ada dalam hadits ini sehingga menjadi orang yang paling
bermanfaat bagi manusia dan orang yang paling dicintai oleh Allah Subhaanahu Wa
Ta’ala.
Sumber: muslim

Tidak ada komentar: